- arang dan pecahan batu bata, media ini banyak digunakan karena gampang dan murah untuk didapat. Sebaiknya arang dan bata sebelum dipakai direndam dengan Fungisida selama beberapa jam, kemudian ganti air rendaman dengan air pupuk yang diinginkan, dan saya menggunakan pupuk NPK, dan dapat direndam selama beberapa hari. cara penggunaan adalah sepertiga dari pot diisi terlebih dahulu dengan batu bata. selanjutnya baru letakkan arang dan tanaman. Media ini sebaiknya digunakan pada tanaman yang telah beranjak dewasa.
- cacahan pakis, cacahan pakis mudah menyerap dan menyimpan air. Dapat juga direndam dengan air pupuk sebelum dipergunakan. Penggunaan pakis sama seperti penggunaan arang, dipadukan dengan pecahan batu bata. Cacahan pakis ini sebaiknya dipergunakan untuk tanaman seedling/remaja
- Mos, tingkat serap air mos lebih bagus daripada cacahan pakis. Karena itu mos sering dipergunakan pada anggrek yang masih muda atau yang baru keluar dari botolan ataupun anggrek yang membutuhkan kelembaban tinggi seperti phalaenopsis
- Limbah Kayu, kayu yang sudah tidak terpakai lagi dapat dipergunakan dengan dipotong-potong ataupun berdiri tegak. Sebaiknya kayu yang dipilih adalah jenis kayu jambu, kopi, mangga.
- Batang Pakis, dibawah batang pakis yang akan ditanam dapat diaplikasikan tempayan berisi air pupuk yang mana air tersebut akan diserap pakis sehingga menjadi nutrisi kontinu bagi anggrek itu sendiri.
- Sabut kelapa, sebaiknya sabut kelapa yang akan dipakai direbus dan direndam terlebih dahulu guna menghindari tanin yang dikandung oleh sabut kelapa.
Media Tanam Anggrek
Media tanam anggrek dapat berbagai macam cara. Adapun media yang pernah saya coba gunakan untuk menanam anggrek adalah sebagai berikut :
Subscribe to:
Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment